Selasa, 11 Oktober 2011

Vocalista Angels

Raut lelah tergambar jelas pada wajah Aicintya Christy (13), salah satu peserta rombongan yang turun dari bus malam itu. Ia dan 26 teman-temannya telah menempuh perjalanan lebih dari 16 jam dari negeri China hingga ke tanah air.
Sekiranya apa yang ia raih selama di negara itu bakal mengubah jalan hidup para personel Vocalista Angels. Indonesia pun harus berbangga atas prestasi yang ditorehkan putra-putri pertiwi atas dua buah medali emas yang disabetnya dalam The 6th World Choir Games 2010 di Gedung China Textile International Convention and Exhibition Centre, Shaoxing, Zhejiang, China, Selasa (19/7) kemarin menyisihkan 475 tim paduan suara dari 80 negara.
Cintya, nama panggilan siswi kelas VIII SMPN II Klaten itu telah memukau dewan juri internasional dalam ajang bergengsi dua tahunan tersebut. Di posisi suara sopran, ia bertugas melantunkan harmoni dalam choir yang melibatkan 27 anggota Vocalista Angel.
Kurang dari 10 menit, tujuh buah lagu dari genre children dan folklore menghantarkan mereka mengantongi predikat juara dunia. “Kategori children ada Gojago, Lasa Amarilas, Thola, dan Tokitifa. Sedangkan folklore kami menyanyikan romo ono maling, dan montor-montor cilik,” ujar Cintya dengan bangganya.
Rasa puas tak bisa disembunyikan oleh orangtua yang menerima kedatangan mereka. Anak-anak hasil besutan Yason Christy Pranowo itu bukan tanpa kendala dalam berprestasi. Tidak sedikit dari mereka harus gugur ketika harus menghadapi kedisiplinan sebagai komitmen tim. Bahkan ketika mereka tidak mempunyai sarana memadai dalam berlatih vokal.
“Kami tidak mempunyai ruangan, peralatan, biaya. Dan kerap berlatih di pinggir sawah karena tidak enak dengan tetangga,” aku Yason.
Aral melintang tampaknya sudah menjadi bagian dari perjalanan Vocalista Angel. Di saat peserta didik di berbagai sekolah di Klaten itu harus menjalani Ujian Nasional (UN), mereka dihadapkan dengan misi mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
”Saya harus bongkar pasang personel. Karena ada yang ujian, baik SD hingga SMA. Praktis hanya dua bulan untuk berlatih intensif,” kata dia.
Bahkan putra-putri bangsa itu sempat berkecil hati ketika nama tim mereka tidak masuk dalam kepesertaan lomba akibat kesalahan teknis. “Kami panik karena Vocalista Angels kok tak ada di daftar. Setelah menghubungi penyelenggara akhirnya kekeliruan itu dapat diatasi,” lanjutnya.
Atas keberhasilan mereka, ke 27 anggota Vocalista Angels diberi hak oleh pemerintah untuk memilih sekolah mana pun yang mereka kehendaki untuk melanjutkan pendidikan. Namun menurut Yason, anugerah terindah telah dinikmati mereka dalam melancarkan misi bernyanyi dan melayani.

 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar